Karya Ilmiah

ANALISIS STRATEGI REFORMASI BIROKRASI DI BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI MAKASSAR

Penulis : St. Aisyah Yunus, Ahsan Anwar

Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana analisis strategi reformasi birokrasi di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Makassar. Penelitian ini untuk

mengetahui dan menganalisa strategi reformasi birokrasi di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang menjadi informan yaitu Kepala Balai, Kasubag Tata Usaha, Tim PMPRB dan Staf bagian Tata Usaha Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Makassar. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi reformasi birokrasi pada kantor Balai Besar pengawas obat dan makanan di makassar ditinjau darisegi penataan dan penguatan organisasi dianggap berhasil karena ditandai dengan Menurunnya tumpang tindih tugas pokok dan fungsi internal Badan POM; dengan indikator terbentuknya struktur organisasi dengan pembagian tugas yang jelas, terwujudnya organisasi dengan ukuran yang tepat (right  sizing). Meningkatnya kapasitas Badan POM dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, dengan indikator terbentuknya unit kerja yang menangani kepegawaian, kehumasan dan diklat. Meningkatnya koordinasi antar unit. Aspek perbaikan tata laksana dinilai berhasil karena ditandai dengan meningkatnya penggunaan Teknologi dalam proses  penyelenggaraan manajemen pemerintahan dengan indikator terbangunnya proses manajemen pemerintahan menggunakan tekonologi informasi. Meningkatnya efisiensi dan  efektifitas proses manajemen pemerintahan di Badan POM, dengan indikator terlaksananya tugas dan fungsi Badan POM sesuai prosedur kerja. Meningkatnya kinerja Badan  POM, dengan indikator terbangunnya Indikator Kinerja Utama yang selaras dengan penerapan strategi. Aspek peningkatan Sumber Daya Manusia dinilai berhasil karena ditandai dengan meningkatnya pengelolaan SDM aparatur Badan POM, dengan indikator Pengelolaan SDM aparatur sesuai dengan peraturan yang berlaku. Meningkatnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan SDM aparatur, dengan indikator transparansi dan akuntabilitas sistem rekrutmen pegawai Badan POM transparansi pola karier, mutasi dan  promosi. Meningkatnya disiplin SDM aparatur, dengan indikator penerapan PP 53 tahun 2010. Meningkatnya efektifitas manajemen SDM aparatur, dengan indikator Indikator Kinerja Individu yang terukur Data pegawai yang mutakhir dan akurat. Meningkatnya profesionalitas SDM aparatur, dengan indikator Standar Kompetensi Jabatan Peta profil kompetensi individu Sistem dan proses diklat berbasis kompetensi. Aspek pengawasan dinilai berhasil karena ditandai dengan hasil evaluasi terhadap penerapan SPIP di Badan  POM bernilai BAIK dan Laporan Keuangan Badan POM dipe rtahankan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian.